SEJARAH ADAT DAN BUDAYA KABUPATEN MUKOMUKO

Kabupaten Mukomuko, terletak di bagian utara Provinsi Bengkulu, memiliki warisan adat dan budaya yang unik sebagai hasil perpaduan antara budaya Minangkabau dan Melayu Bengkulu. 

Secara historis, wilayah ini dikenal sebagai daerah rantau Minangkabau yang kemudian menjadi bagian dari Bengkulu melalui sejarah panjang kolonial Belanda dan Inggris. Masyarakat Mukomuko dikenal dengan sistem kekerabatan matrilineal, yaitu menarik garis keturunan dari pihak ibu. Prinsip adat yang dipegang teguh hingga kini adalah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. 

Dalam tatanan adat, dikenal jabatan penghulu, manti, malin, dan dubalang yang memiliki fungsi sosial dan keagamaan dalam masyarakat. Tradisi yang masih hidup hingga kini di antaranya adalah Mandi Balimau (penyucian diri menjelang Ramadan), Ratik Berjalan (zikir sambil berjalan), serta upacara adat pernikahan yang sarat nilai gotong royong dan musyawarah keluarga. Seni dan budaya tradisional seperti Rabab, Saluang, serta Randai juga masih dilestarikan di sejumlah kecamatan, terutama di daerah Air Dikit, Teramang Jaya, dan Ipuh. 

Busana adat Mukomuko dikenal sebagai Baju Betabur, dengan dominasi warna merah dan hiasan manik-manik serta songket khas. Pemerintah daerah juga telah membangun rumah adat Mukomuko di kompleks perkantoran pemerintah sebagai simbol identitas budaya sekaligus objek wisata budaya. 

Seiring perkembangan zaman, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menjalankan berbagai program pelestarian budaya, seperti Festival Kapuang Sati Ratau Batuah, pelatihan seni, dan penetapan situs cagar budaya kolonial. 

Selain itu, dinas pariwisata juga mendorong kelompok sadar wisata untuk memelihara nilai etika dalam hiburan rakyat dan wisata budaya. 

Daftar Pustaka 

1. Antara Bengkulu. (2023). “Tradisi Membersihkan Diri Lewat Mandi Balimau di Mukomuko.” Diakses dari https://bengkulu.antaranews.com/berita/279201 

2. Antara Bengkulu. (2024). “Masyarakat Mukomuko Lestarikan Tradisi Ratik Berjalan.” Diakses dari https://bengkulu.antaranews.com/berita/361975 

3. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko. (2023). Profil Kebudayaan Kabupaten Mukomuko. Diakses dari https://www.statistik.mukomukokab.go.id/file/file_34.pdf 

4. Kemendikbudristek. (2022). “Orang Mukomuko di Bengkulu.” Repositori Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. 

5. Universitas Bengkulu. (2021). “Proses Adat Perkawinan Masyarakat di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu.” Repository UNIB. 

6. Neliti Research. (2022). “Busana Pengantin Tradisional Mukomuko.” Diakses dari https://media.neliti.com/media/publications/437916-none-5165a675.pdf 

7. Pemerintah Kabupaten Mukomuko. (2024). “Pemkab Mukomuko Jadikan Rumah Adat Sebagai Wisata Budaya.” Diakses dari https://bengkulu.antaranews.com/berita/339003

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama