![]() |
| gambar ilustrasi orang sedang flu |
Hastapena.com // Flu sering dianggap sebagai penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Banyak orang tetap beraktivitas seperti biasa meski hidung tersumbat, pilek, dan bersin tidak kunjung hilang. Padahal, flu yang berulang atau tidak ditangani dengan baik dapat memicu gangguan pada struktur hidung, salah satunya adalah pembesaran concha (konka hidung). Jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin penderita harus menjalani tindakan operasi.
Concha atau konka hidung adalah jaringan berbentuk lipatan di dalam rongga hidung yang berfungsi menyaring kotoran, menghangatkan, dan melembapkan udara sebelum masuk ke paru-paru. Saat seseorang terkena flu, jaringan concha bisa mengalami pembengkakan akibat peradangan. Pada umumnya pembengkakan ini akan mengecil setelah flu sembuh. Namun, jika flu sering kambuh, alergi tidak terkontrol, atau infeksi terjadi berulang, concha dapat mengalami pembesaran permanen yang disebut hipertrofi konka.
Gejala pembesaran concha sering kali dianggap sama dengan pilek biasa, seperti hidung tersumbat, sulit bernapas melalui hidung, sering bersin, dan produksi lendir berlebih. Sebagian penderita juga mengalami sakit kepala, gangguan tidur, mendengkur, hingga penurunan indra penciuman. Karena gejalanya mirip flu, banyak orang menunda pemeriksaan ke dokter. Akibatnya, peradangan berlangsung lama dan kondisi semakin memburuk.
Flu yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu iritasi kronis pada hidung. Pembengkakan concha yang terjadi terus-menerus membuat saluran napas menyempit sehingga udara sulit masuk. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menimbulkan sinusitis kronis, infeksi berulang, bahkan gangguan pernapasan saat tidur. Jika pengobatan dengan obat semprot hidung, antihistamin, atau terapi lain tidak memberikan hasil, dokter THT mungkin akan menyarankan tindakan operasi untuk mengecilkan concha, seperti turbinoplasti atau prosedur radiofrekuensi.
Operasi pada concha bukanlah hal yang menakutkan, namun tetap menjadi pilihan terakhir setelah terapi non-operasi tidak berhasil. Tujuannya adalah membuka saluran pernapasan agar aliran udara kembali normal dan kualitas hidup pasien membaik. Meski demikian, langkah terbaik tetaplah pencegahan sejak dini.
Menjaga daya tahan tubuh, istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera mengobati flu dengan benar dapat mencegah komplikasi. Hindari paparan debu, asap rokok, dan polusi udara yang dapat memperparah iritasi hidung. Jika hidung tersumbat berlangsung lama, sering kambuh, atau disertai sakit kepala dan gangguan napas, segera periksakan diri ke dokter THT.
Flu memang terlihat sepele, tetapi jika diabaikan bisa berdampak serius hingga memerlukan operasi. Karena itu, jangan pernah menganggap remeh flu. Kenali gejalanya, tangani dengan tepat, dan jaga kesehatan hidung sejak dini agar terhindar dari masalah concha yang lebih berat.
