/> "Cawan dari Jalan Inggeris" Kisah Misteri dari Mukomuko

"Cawan dari Jalan Inggeris" Kisah Misteri dari Mukomuko

 

"gambar ilustrasi"

Kisah ini di angkat dari cerita teman si penulis pada tahun 2017 lalu dan telah di modifikasi untuk kebutuhan penulisan dan juga menjaga titik Lokasi yang di maksud.

Di pedalaman Kabupaten Mukomuko, tersembunyi sebuah jalan tua dan jembatan tua yang dipercaya peninggalan kolonial Inggris. Jalan ini, oleh warga setempat kerap disebut sebagai “Jalan Inggeris”. Meski sebagian telah tertutup semak dan akar pohon, sebagian lainnya masih bisa dilalui, membelah hutan sunyi dan membentang di atas aliran sungai yang tenang namun terasa asing. Konon, di masa lampau, jalan dan jembatan ini digunakan sebagai jalur logistik penjajah untuk mengangkut hasil bumi dari pedalaman ke pesisir.

Namun di balik keanggunan peninggalan masa lalu itu, tersimpan cerita yang membuat bulu kuduk merinding. Salah satunya adalah kisah tentang cawan perunggu yang ditemukan oleh seorang pria bernama Kamal, warga sebuah desa tidak jauh dari lokasi tersebut.

Awal Petaka: Temuan Tak Disengaja

Pada suatu sore yang gerimis, Kamal (nama samara) bersama dua temannya menyusuri jalur tua itu untuk Memancing di muara dekat jembatan peninggalan inggris. Di tengah semak dekat jembatan tua, pandangan Kamal tertumbuk pada benda logam yang sebagian terkubur tanah. Ia menggalinya dan mendapati sebuah cawan dan wadah minum tua berbahan logam berwarna keemasan, dengan ukiran aneh yang tak bisa ia kenali.

“Aku kira ini peninggalan berharga. Mungkin bisa dijual atau disimpan saja di rumah sebagai barang antik,” kata Kamal kepada temannya.

Ia membawa benda itu pulang, mencucinya, dan meletakkannya di atas lemari kayu di ruang tamu. Tapi malam itu juga, sesuatu yang aneh mulai terjadi.

Mimpi dan Gangguan

Kamal terbangun di tengah malam, tubuhnya menggigil meski udara terasa panas. Dalam mimpinya, ia melihat seorang lelaki berpakaian kolonial, wajahnya pucat dan kosong, berdiri di tepi jembatan tua, menunjuk ke arah sebuah kotak batu di bawah pohon besar.

Suara yang dingin terdengar lirih, “Kembalikan. Itu bukan milikmu…”

Hari-hari berikutnya, Kamal jatuh sakit. Tidak ditemukan tanda-tanda medis yang jelas. Tubuhnya lemas, wajahnya pucat, dan malam harinya ia sering mengigau-menyebut nama yang tidak dikenalnya: “Kembalikan Cawan itu, segera kembalikan….”

Ibunya yang sudah tua pun ikut gelisah. Di malam kedua, ia juga bermimpi didatangi sosok tua dengan seragam Inggris, berjalan pincang sambil menatap ke arah rumah mereka.

Pertanda yang Tak Bisa Diabaikan

Warga sekitar mulai membicarakan kejadian itu. Menurut seorang kakek yang hidup tidak jauh dari Lokasi itu berkata:

“Jangan sembarangan ambil barang dari Jalan Inggeris itu. Dulu katanya di situ ada gudang logistik kecil yang dibangun Inggris. Banyak tentara mati di sana karena penyakit. Beberapa barang milik mereka dikubur bersama tubuhnya, katanya biar tidak diambil oleh penduduk.”

Pemulihan

Tak lama setelah pengembalian itu, kondisi Kamal perlahan membaik. Ia tidak lagi bermimpi buruk, dan tubuhnya mulai pulih tanpa pengobatan apapun. Namun sejak saat itu, ia tak pernah lagi berani melewati jalan tua itu, bahkan sekadar mendekat pun tidak.

Kamal hanya berpesan kepada warga desa:
“Apa pun yang kamu temukan di sana, biarkan saja. Karena tidak semua peninggalan masa lalu bisa kita miliki.”

Fakta-fakta: 

1. Disebut "Jalan Inggris" oleh Warga Setempat Nama ini muncul karena dipercaya bahwa jalan tersebut dibangun oleh pemerintah kolonial Inggris, meskipun sebagian sejarawan berpendapat bisa juga peninggalan Belanda.

2. Berlokasi di Wilayah Hutan dan Perbukitan dan sepanjang pesisir Pantai Mukomuko

3. Dibangun Sebagai Jalur Transportasi Zaman Kolonial

4. Struktur Jalan Masih Tersisa: Batu dan Pondasi Lama

5. Minim Dokumentasi Resmi

6. Diduga Dibangun Awal Abad ke-19 Jika benar dibangun oleh kolonial Inggris, kemungkinan besar jalan ini dibuat sekitar tahun 1800-an awal, pada saat Inggris sempat menguasai Bengkulu (dulu disebut Bencoolen) sebelum menyerahkannya kepada Belanda pada tahun 1824 melalui Traktat London.

7. Sering Dikaitkan dengan Cerita Mistis

8. Potensi Wisata Sejarah dan Edukasi

9. Pernah Dilewati oleh Peneliti dan Pecinta Sejarah

10. Memiliki Nilai Budaya Tak Tertulis

Catatan:
Cerita ini berkembang dari kisah yang beredar di tengah masyarakat, meskipun tidak semua orang percaya. Namun di Mukomuko, Jalan Inggeris tetap menjadi tempat yang diselimuti misteri, dihormati, dan tidak sembarangan dijamah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama