Hari Jum’at adalah hari yang istimewa dalam banyak aspek
kehidupan umat manusia, khususnya bagi umat Islam. Dalam kalender Masehi,
Jum’at adalah hari keenam dalam sepekan. Namun dalam kalender Hijriyah dan
perspektif keagamaan Islam, hari Jum’at menempati posisi yang sangat mulia dan
disebut sebagai “Sayyidul Ayyam” atau penghulu segala hari.
1. Keutamaan Hari Jum’at dalam Islam
Dalam ajaran Islam, hari Jum’at memiliki banyak
keistimewaan. Beberapa di antaranya adalah:
a. Hari Diciptakannya Adam
Menurut hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa pada hari
Jum’at, Nabi Adam AS diciptakan, diturunkan ke bumi, dan wafat. Di hari itu
pula, kiamat akan terjadi. Ini menunjukkan betapa pentingnya hari ini dalam
sejarah umat manusia.
b. Shalat Jum’at
Shalat Jum’at adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki
yang baligh dan tidak memiliki uzur. Berbeda dengan hari lain, shalat ini
dilakukan secara berjamaah dan menggantikan shalat Dzuhur, dengan dua khutbah
sebagai pengganti ceramah atau nasihat agama.
c. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Hari Jum’at diyakini memiliki satu waktu mustajab, di mana
doa yang dipanjatkan tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Para ulama berbeda
pendapat mengenai waktunya, namun banyak yang menyebutkan antara waktu ashar
hingga maghrib.
d. Surah Al-Kahfi
Membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at dianjurkan karena
akan diberikan cahaya yang menerangi antara dua Jum’at. Hal ini menjadi salah
satu bentuk ibadah ringan namun berpahala besar.
2. Hari Jum’at dalam Kehidupan Sosial
Selain nilai-nilai spiritual, hari Jum’at juga memiliki
nilai sosial yang tinggi. Di banyak daerah, Jum’at adalah hari berkumpulnya
umat muslim, baik di masjid maupun di rumah, untuk mempererat silaturahmi.
Beberapa aktivitas sosial yang umum dilakukan di hari Jum’at
antara lain:
- Gotong
Royong: Di beberapa desa dan perkampungan, hari Jum’at dijadikan
momentum kerja bakti.
- Sedekah
Jum’at: Banyak orang memanfaatkan hari ini untuk berbagi makanan, nasi
bungkus, atau santunan kepada fakir miskin.
- Kajian
Keislaman: Banyak masjid mengadakan ceramah atau kajian usai shalat
Jum’at.
3. Hari Jum’at dan Keseimbangan Hidup
Hari Jum’at juga dapat dimaknai sebagai waktu untuk refleksi
dan perenungan. Di tengah kesibukan hidup, hari ini memberikan jeda rohani yang
menyejukkan. Ia bukan sekadar hari biasa, melainkan waktu untuk memperbaiki
diri, memperbanyak amal, dan menyambung kebaikan.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjadikan Jum’at
lebih bermakna:
- Memakai
pakaian terbaik dan wewangian.
- Mandi
besar sebelum ke masjid.
- Memperbanyak
istighfar dan dzikir.
- Bersedekah
kepada yang membutuhkan.
- Menghindari
aktivitas maksiat atau sia-sia.
Penutup
Hari Jum’at bukan hanya sekadar nama di kalender. Ia adalah
hari yang sarat makna, penuh berkah, dan sangat dianjurkan untuk dimuliakan.
Bagi umat Islam, hari ini menjadi puncak ibadah mingguan sekaligus kesempatan
untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama.
Menjadikan Jum’at sebagai hari yang istimewa dalam rutinitas
kita bukanlah hal yang sulit, namun dampaknya bisa sangat besar—baik untuk
kehidupan dunia maupun akhirat.
